Asmaul Husna


Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

My Calender


Jumat, 14 Juni 2013


Marhaban Yaa Ramadhan



بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ibadah puasa memiliki keistimewaan tersendiri dari seluruh rukun-rukun Islam, yaitu bahwa puasa hanya dinisbatkan kepada Allah Ta’ala, sebagaimana dari sabda Rosulullah Saw :

“setiap kebaikan itu dengan sepuluh kelipatannya sampai tujuh ratus kelipatan kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku membalasnya. (HR. Al Bukhori dan Muslim dari Hadits Abu Hurairah).

Selanjutnya, akan disebutkan beberapa keutamaan ibadah puasa dari beberapa Hadits Rosulullah Saw:

“Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya bau busuk mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau Kasturi. Allah Azawajalla berfirman ‘ia meninggalkan syahwatnya, makanan dan minumannya karena Aku, maka puasa itu bagi-Ku dan Aku membalasnya. (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Jumat, 31 Mei 2013

PENGANTAR PENERBIT

Segala puji bagi Allah, Kita memuji, meminta pertolongan, dan memohon ampunan kepada-Nya. kita pun berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan kejelekan amal-amal kita. barang siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwasanya tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar, kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad Saw adalah hamba dan utusan Allah.

Tafsiirul Qur’aanil ‘Azhiim atau yang lebih dikenal dengan Tafsiir Ibnu Katsir adalah kitab tafsir yang paling tersohor di dunia Islam. Ketersohorannya itu didukung oleh beberapa faktor berikut ini:
1.     Kepakaran penulisnya. Yaitu, al-Hafizh ‘Imaduddin Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir al-Qurasyi ad-Dimasyqi, salah seorang ulama yang mahir di bidang ilmu agama di abad VIII H. di antara bidang yang ditekuninya adalah tafsir al-Qur’an. Beliau juga bergelar al-Hafizh, yaitu seorang ahli hadits yang hafal beribu-ribu teks hadits Nabi. Di samping itu, beliau juga seorang penulis produktif yang telah banyak menghasilkan karya-karya tulis ilmiah agamis, di antaranya yang cukup monumental adalah kitab yang berjudul al-Bidaayah wan Nihaayah.

IHYA’ ‘ULUMIDDIN
(MENGHIDUPKAN ILMU-ILMU AGAMA)

Bismillaahi ar rahmaani ar rahiimi
Buku ini diterjemahkan oleh Drs. H. Moh. Zuhri, Dipl TAFL dari buku asli berjudul Ihya’ Ulumiddin (Menghidupkan Kembali ilmu-ilmu Agama). Buku ini merupakan terjemahan dari naskah asli yang terdiri dari empat jilid besar yang kemudian diterjemah ke dalam bahasa Indonesia menjadi sembilan jilid.

Buku ini membahas mengenai hakikat dari kehidupan beragama. Al-Ghozali yang mendapat gelar Hujjatul Islam (pembela Islam) ini merasa terpanggil untuk memotong keta’ajuban mereka (para pencela) yang keterlaluan dalam mencela dari golongan orang-orang yang ingkar, yang berlebih-lebihan dalam mencaci. Buku ini ditulis bertujuan untuk menggeser kebiasaan-kebiasaan buruk dalam beragama menuju amal yang dikehendaki oleh ilmu yaitu untuk memperoleh kesucian jiwa dan perbaikan hati untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Dan untuk mendapatkan sebagian umur yang hilang dengan sia-sia karena putus asa dari kesempurnaan mendapatkannya dan penambalannya.

Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Bismillaahi ar-rahmaani ar-rahiimi
Judul asli dari buku ini adalah Mabaahis fi ‘Uluumil Qur’an, oleh Mannaa’ Khaliil al-Qattaan. Buku ini diterjemahkan dari bahasa arab oleh Drs. Mudzakir AS. dan diperiksa kembali dan disunting oleh Maulana Hasanuddin. Hak cipta terjemahan bahasa Indonesia dipegang oleh PT. Pustaka Litera AntarNusa, dengan izin tertulis dari pengarang, Riyadh, 13 Rabiussani 1412 H.

Buku ini membahas tentang ilmu-ilmu al-Qur’an dan mendapat sambutan positif dari para ikhwan. Di dalamnya dibahas singkat tentang tema-tema pokok ilmu-ilmu al-Qur’an. Di antaranya adalah :
Rabu, 24 April 2013

            FIQH MAWARIS

     Ilmu mawaris disebut juga sebagai ilmu faro’id yaitu ilmu yang mempelajari tentang ketentuan-ketentuan pembagian harta peninggalan bagi ahli waris menurut ketentuan yang berlaku. Adapun tujuan dari ilmu mawaris adalah :

a.       untuk menghindari terjadinya keributan dalam keluarga akibat harta warisan.
b.      untuk menghindari memakan harta yang bathil
c.       agar diketahui secara jelas siapa yang berhak menerima harta warisan dan berapa masing-masing bagiannya.
d.      untuk mewujudkan keadilan dalam pembagian harta warisan,

‘Aisyah (Guru Agama Para Sahabat)

Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar tentang al-Qur’an, hal-hal yang difardhukan, halal dan haram, syair, cerita arab dan nasab (silsilah keturunan), selain ‘Aisyah.
(Zubair bin Awwam)
Sabtu, 20 April 2013

ببرك يا منى عمري
Berbakti kepadamu adalah cita-citaku
Kasih ibu/kepada beta/tak terhingga sepanjang masa/hanya memberi/tak harap kembali/bagai sang surya menyinari dunia/

 
Ibu…..
Lewat sentuhan tanganmu
Allah melimpahkan kasih sayang-Nya padaku
Kau adalah madrasah pertama dan utama bagiku
Ketulusan cintamu berikan arti dalam kehidupanku
Tiada jemu kulantunkan rintihan do’a dalam sujud panjangku
Aku memohon agar Dia berada dekat denganmu
Agar Dia limpahkan berkah dan kesehatan kepadamu
Aku memohonkan kebaikan untukmu
Dalam semua hal yang besar dan sederhana
Dan kebahagiaan yang jauh lebih abadi